SEBUAH PERKENALAN PADA BULAN DESEMBER: BAGIAN 1 TENTANG DIRI
Assalaamu'alaykum.
Senang berkenalan dengan Anda. Aku Nida Savaira. Ini awal yang mendebarkan, aku sedikit gugup. Tetap saja, ini adalah sebuah halaman tentang diriku sepenuhnya. Aku ingin menulis dengan perasaan mengeja setiap orang di sudut kota. Apakah ini nantinya akan berarti atau tidak, aku akan berterima kasih nanti.
Aku sulit mengekpresikan diri dan selalu bertanya 'apa benar begitu?' Aku selalu mencari sebuah pandangan berarti pada hidup yang penuh tanda tanya dan memiliki aksesoris air mata yang sewaktu-waktu bisa saja menetes setiap kali melihat atau mendengar sesuatu yang membuat hati kecil terguncang. Apa ini cukup kasar atau tidak, aku selalu memperhatikan setiap ucapan yang keluar dari mulut orang lain. Walaupun begitu aku akan tetap hidup di dunia yang sama, dunia di mana setiap orang memantulkan perbedaan.
Omong-omong, baru-baru ini menjadi sangat menyenangkan ketika aku dapat melihat jalan. Apakah aku merasa nostalgia atau tidak ketika melihat marka jalan, tapi itu adalah suatu yang tak terduga. Secara misterius, seperti menjelaskan masa kanak-kanak bermain di atas jalan yang indah. Tapi, ini lebih merupakan gambaran kesadaran atau pengakuan daripada kesempatan sederhana untuk dapat dilihat. Jalan adalah tempat dimana seseorang dapat bernostalgia terhadap masa kecilnya! Waktu SD, aku tidak punya teman perjalanan pulang, jadi aku sering pulang sendirian atau terkadang bersama saudara kembarku. Saat SMP, adalah waktu dimana aku harus pulang sendirian, dan itu terasa seperti ditendang batu dan kembali kesepian. Ketika berjalan, aku selalu melihat jalanan di bidang pandang yang pendek dan sempit. Saat itu, aku suka sinar matahari melalui pepohonan, titik di mana bayangan cahaya mudah dipahami. Wajah-wajah yang diperlihatkan setiap jalan berbeda, dan semuanya adalah hal-hal mengagumkan yang tak tertahankan yang saya lihat di masa lalu dan masa yang saya lewati sendiri sekarang. Bagaimana tentang jalan yang menjadi teman terbaik seperjalanan pulang sekolah.
Kepada daun yang berjatuhan, aku akan sangat berterima kasih kepada kalian yang senantiasa berprikebadian seperti jalan. Maksudnya, itu mulus, lurus, dan jalan mengibaratkan penghubung ke tempat tujuan. Biarlah aku menutup bagian pengenalan pertama pada bulan Desember ini dengan hangat.
Kepada hati yang disembuhkan oleh jalan. Terima kasih.
Nida Savaira.
Komentar
Posting Komentar