KEPADA MATAHARI TERBENAM: BAGIAN 2 TENTANG DIRI

Assalaamu'alaykum. 


Senang berkenalan dengan Anda. Aku Nida Savaira. Aku akan menulis dengan penuh waktu kasih pada matahari terbenam. Di mana aku akan larut pada kesedihan.

Manusia adalah makhluk yang dapat melupakan atau dilupakan. Jika dapat memilih, aku hanya ingin mengambil bagian dilupakannya saja. Banyak dari jutaan orang di dunia dan aku akan berkata, 'saya salah satunya’, sebagai makhluk yang mencintai masa lalu. 

Halaman ini akan bercerita tentang aku dan sang senja. Di mana menampilkan matahari terbenam yang akan bertepuk sebelah tangan kepada orang-orang yang mengambil bagian dalam kesepian dunia ini, memeluknya dengan lembut dan mengembalikannya ketika mereka pergi. 

Banyak sekali memori yang aku ambil dan memori itu akan singgah lalu pergi. Aku selalu menulis peristiwa tak terbayarkan pada buku catatan atau aplikasi catatan pada handphone. Ini bagus! Aku berpikir untuk tidak mengubahnya menjadi kelam dan terlupakan, seperti hitam yang dihancurkan dan samar-samar yang terlihat jahat. 

Saat masih kecil, aku berpergian ke Yogyakarta dan memiliki beberapa teman di sana. Waktu matahari terbenam di Yogya, aku membenci akan suasana itu. Saat senja tempat di mana waktu mengalir sangat lambat dan terasa menyeramkan, menjadikan alasan aku benci akan suasana itu. Di mana para mitos bertebaran, menakuti seorang anak kecil yang sedang asyik bermain dengan teman sebayanya. Namun, aku merasa sedih ketika aku bilang 'aku benci 'orang dewasa' yang suka menebarkan mitos itu'. Karena aku akan merasa kehilangan jika membencinya dan akan benar-benar kehilangan ketika aku tidak menginginkannya. 

Kala itu, di Yogyakarta. Bermain pasir depan rumah Nenek adalah kegiatan favoritku. Membuat kuburan semut dari pasir dan memberinya air lalu mendoakannya sudah menjadi hiburan sendiri kala itu. Tidak bisa diukirkan dengan seribu satu kata, nenek yang menunggu kami bermain terlihat sangat lelah bila diingat sekarang. Namun, beliau menampilkan senyum indah dan tawa kecil manisnya saat melihat kami membunuh semut dan menguburnya lalu mendoakannya. (Sejujurnya ini adalah bagian di mana aku tidak dapat membendung air mata haha, sungguh sulit untuk dijelaskan). Pengalaman yang membuatku merasa bahwa banyak orang yang tidak akan melupakan ini akan terus berlanjut sampai aku kembali lagi ke Yogya. Kembali ke tempat di mana sebuah waktu yang terasa lambat dan menyeramkan. Namun, terdapat orang terkasih yang ku tunggu. Bila saja saat itu aku mengerti, apakah aku akan menangis tersedu-sedu? Pasalnya, aku kembli ke Yogya untuk menghadiri pemakaman nenek yang selalu menemani dan merawat ku di Yogya kala itu. Mengucapkan salam saat pertama kali datang di sebuah kuburan dengan menyebutkan Assalaamu'alaykum yang artinya, semoga kamu terselamatkan dari segala duka, kesulitan, dan nestapa. Ibnu Al-Arabi di dalam kitabnya Al-Ahkamul Quran mengatakan bahwa salam adalah salah satu ciri-ciri Alloh SWT dan berarti 'Semoga Alloh menjadi pelindungmu'. Lalu berdiri di samping tempat peristirahatan terakhir sang nenek, dengan membacakannya surah Al-Fatihah. Saat itu langit baru saja selesai menangis, meninggalkannya tanah becek dan pepohonan yang basah, membuat suasana terkesan sangat berduka. Dengan rangkulan hangat sang bunda yang tangannya menjadi dingin karena cuaca, membuat aku tersadar akan kesedihan. Dan terbesit pikiran akan dilupakan

Dan sekarang, setiap kali senja menampakan wajahnya, suasana yang membuat teringat akan masa lalu, begitu pula pada waktu yang melambat, serta campuran warna terang dan gelap yang seakan dapat memadukan kesulitan dalam diri seseorang tanpa perlu terikat pada apapun. Disembuhkannya luka ini oleh matahari terbenam. Tidak takut tapi rindu, itulah yang terjadi sekarang. 

Bagian ini adalah kesedihan yang digambarkan melalui sang senja. Aku ingin akan segera larut dalam gulitanya malam, kepada diri yang akan terus merenung dalam perasaan kesal. 

Kepada tempat di mana waktu mengalir dengan lambat. Terima kasih.

Nida Savaira.

Komentar

  1. nangisss bagus banget😭😭 susunan katanya pun rapih bener bener ngena bgt di kalbu. sukses terus buat nidaa!😭💗

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi! Terima kasih udah baca! Saya jadi tersanjung dan tambah semangat~~♡

      Hapus

Posting Komentar

✿ Populer